Berawal dari proses defikasi / BAB yang tidak lancar akan berdampak adanya berbagai macam keluhan, seperti kembung, sariawan, nafas bau, sembelit / konstipasi, bahkan kanker kolon. Konsumsi serat makanan, khususnya serat larut, menghasilkan kotoran (feses) yang lembek. Sehingga diperlukan kontraksi otot yang rendah untuk mengeluarkan kotoran dengan lancar, dengan begitu, mengurangi resiko konstipasi / sembelit yang merupakan pemicu dari kanker kolon.
Telah lama diduga bahwa asupan serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker kolon. Beberapa mekanisme efek pelindungannya telah diketahui. Pertama, serat meningkatkan ukuran feses dan menyelubungi komponen penyebab kanker di dalam feses. Kedua, serat mempersingkat waktu lewatnya sisa pencernaan pada saluran pencernaan sehingga mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen. Akhirnya, fermentasi serat terlarut oleh bakteri menghasilkan komponen yang protektif terhadap kanker kolon.
Sebaliknya, kekurangan serat akan menyebabkan tinja mengeras dan perlu kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya. Inilah yang menyebabkan konstipasi. Bila berlangsung secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan yang lebih serius seperti ambeien/wasir dan divertikulosis. Jika BAB tidak setiap hari, kotoran akan menumpuk didalam. Penumpukan kotoran dapat berakibat kanker usus besar (kanker kolon). Karena setiap BAB harus mengejan akan membuat dinding usus besar semakin menipis dan rentan robek. Bila robek akan terjadi pendarahan, bekas luka akibat robek akan kemasukan bakteri atau jamur dari sisa kotoran, maka terjadilah borok yang tak kunjung sembuh, apabila keadaan demikian tidak segera diantisipasi borok-borok itulah awal mula kanker usus besar.
Sebagaimana sifat kanker lainnya, Kanker kolon memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan disekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke lever, paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik. Membuat bulu roma kita berdiri bukan.
Untuk itu segera cukupi kebutuhan serat anda. Para ahli merekomendasikan untuk mengkonsumsi serat sebanyak 25-30 gram per hari. Namun dengan kesibukan kita yang padat apakah kebutuhan serat itu terpenuhi? sekarang anda tidak perlu khawatir lagi, karena sudah ada cara mudah konsumsi serat. Telah hadir kapsul rumput laut JAO-NORI yang akan siap memenuhi kebutahan serat anda. Kapsul rumput laut produksi PT KELOMPOK USAHA SEMAR ini merupakan food supplement berbahan alami rumput laut jenis euchema cottoni. JAO-NORI memiliki serat karagenan terbaik yaittu jenis K-karagenan. Serat kareganan ini lah yang nantinya akan membantu usus kita dalam menjaga dan meningkatkan populasi bakteri baik. Dikemas dalam bentuk kapsul dimana setiap kapsul berisi 500 mg rumput laut yang mengandung 80% serat karagenan. Selain itu, kapsul ini juga kaya akan nutrisi esensial seperti enzim, asam amino, multivitamin, zinc,dll yang akan sangat membantu dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Praktis bukan?
Diet tinggi serat juga di maksudkan untuk merangsang gerak peristaltic usus agar defikasi (pembuangan kotoran) berjalan normal. Selain itu serat makanan pun juga dapat mengoptimalkan fungsi system pencernaan. Di sepanjang usus besar, serat bertindak sebagai permukaan absortif (menyerap cairan) dan memelihara populasi bakteri penghasil asam laktat (mencegah akumulasi racun dan bakteri petogen).
